× Note : Matikan adblock pada komputer/handphone Anda untuk mengakses link download.
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Panduan Praktis SMK Fullday

Berikut ini adalah berkas Buku Panduan Praktis SMK Fullday. Download file format PDF. Berkas ini ditujukan sebagai referensi untuk Guru, Kepala Sekolah dan lain-lain di SMK.

Panduan Praktis SMK Fullday
Panduan Praktis SMK Fullday

Panduan Praktis SMK Fullday

Berikut ini kutipan keterangan dari isi Panduan Praktis SMK Fullday:

Panduan disusun untuk memberikan kemudahan bagi SMK untuk langkah mengembangkan diri dari SMK regular biasa menjadi SMK dengan muatan lebih besar guna menjamin lulusan terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Keberterimaan (employability) lulusan SMK sampai saat ini masih menjadi permasalahan besar bagi dunia pendidikan. Sehingga pemerintah dan masyarakat harus terus berupaya mengambil langkah strategis untuk menjawab permasalahan ini. Panduan ini sangat ringkas dan praktis. Untuk mempertajam pelaksanaan kegiatan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.

SMK sistem fullday disusun bukan saja untuk menambah jam belajar siswa di SMK tetapi dirancang untuk lebih pada kebutuhan dan tuntutan pengguna lulusan SMK. Kebekerjaan (employability) siswa SMK adalah muara dari semua proses penyelenggaraan SMK dengan segenap daya dukung yang harus disiapkan. Penajaman arah lulusan SMK untuk siap bekerja adalah mengembalikan filosofi dasar berdirinya pendidikan kejuruan.

Dalam buku panduan ini ada 3 ranah yang akan dijadikan tujuan SMK sistem fullday. Ranah pengetahuan, lulusan SMK bukan saja mencapai level mengevaluasi tetapi sampai pada level mencipta produk. Pada ranah keterampilan level kompetensi lulusannya mencapai level kompeten yang lebih tajam dan dan dalam. Dari dua ranah itu diharapkan sikap lulusannya menjadi lebih unggul, siap kekerja, disiplin tinggi dan mandiri. Sehingga buku ini terdiri atas panduan penguatan kualifikasi kompetensi, panduan kompetensi penunjang karir dan bagaimana mengoptimalkan daya dukung institusi sekolah. Kepada kepala sekolah SMK silahkan dapat diterapkan buku ini di sekolah masing-masing tentu dengan menyesuaikan kebutuhan dan kekuatan yang ada.

FULLDAY SCHOOL DAN EMPLOTABILITY SKILLS

FULLDAY SCHOOL
Program fullday school pada hakekatnya tidak hanya upaya menambah waktu dan memperbanyak materi pelajaran saja, namun untuk mengkondisikan siswa agar memiliki pembiasaan hidup yang baik serta pembinaan kejiwaan, mental dan moral anak. Oleh karena itu sekolah dengan sistem ini harus dilengkapi dengan program rekreatif dalam pembelajaran agar tidak timbul kebosanan dalam menempuh studinya. Secara de facto banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia yang sudah menerapkan sistem fullday school. Penerapan sistem ini didasarkan pada kebutuhan capaian pembelajaran di setiap kompetensi. SMK sistem fullday dapat dilihat pada hampir semua pembelajaran kejuruan terutama praktik sudah menggunakan sistem blok atau semi blok. Selain itu pembelajaran di SMK dilaksanakan di dalam dan atau di luar sekolah dalam hal ini Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta pembelajaran dilakukan di dalam jam formal di luar jam formal. Bahkan di beberapa sekolah ada yang harus masuk malam karena menyesuaikan dengan perilaku praktik yang dibutuhkan, misalnya praktik pemijahan benih ikan harus dilakukan pada malam hari. Ada beberapa definisi tentang fullday school. Menurut Baharudin (2009:231) fullday school mempunyai beberapa keunggulan yaitu siswa akan mendapatkan pendidikan umum dan pendidikan keIslaman serta dapat mengembangkan potensi siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler. Hasan (2006:111) menegaskan fullday school bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi kepribadian siswa dengan lebih seimbang. Sedangkan menurut Nur Asni Alfiana Alfiah (2014) menjelaskan sekolah model fullday school dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan tingkat penyesuaian sosial. Sementara itu Budi Winarni (2015) menengarahi adanya pengaruh antara penerapan fullday school terhadap kedisiplinan siswa. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa fullday school adalah model sekolah yang menerapkan pendidikan yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa dan meningkatkan kecerdasan emosional dan tingkat penyesuaian sosial yang dilakukan sehari penuh.

EMPLOYABILITY SKILLS
Secara sederhana employability skills adalah ketrampilan yang dapat digunakan untuk bekerja atau istilah populernya adalah kebekerjaan. Menurut Goodwin (2012: 3) employability skill meliputi: non-technical skills, including generic skills, essential skills, soft skills, key competencies, transferable skills, enterprise skills and general capabilities. Employability skill diperoleh pada saat seseorang mengikuti pembelajaran. Ketrampilan non teknik (non-technical skills) bukan saja ketrampilan yang berhubungan dengan kemampuan bekerja secara langsung, tetapi kemampuan yang secara luas yang berhubungan dengan kemasyarkatan, seperti kewarganegaraan dan etika berperilaku. Kompetensi kunci (key competencies) adalah kompetensi yang berkaitan dengan jenis pekerjaan. Sedangkan transferable skills adalah ketrampilan mentranfer jika ditempat pekerjaan ada perkembangan/perubahan ketrampilan kunci. Seseorang yang memiliki employability skill yang baik akan mempunyai kinerja yang baik pula.

Goodwin (2012: 3) membuat kerangka kerja yang menghubungkan antara employability skills, technical skills, dan ketrampilan inti dalam berbahasa dan berhitung dikaitkan dengan kinerja. Kerangka kerja tersebut menunjukkan bahwa kinerja sangat ditentukan oleh ketrampilan bekerja, ketrampilan teknik, ketrampilan berbahasa dan berhitung. Employability skills adalah suatu ketrampilan yang memungkinkan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan atau untuk dapat tetap bekerja, meliputi ketrampilan personal, ketrampilan interpersonal, sikap kebiasaan, dan perilaku (Lankard, 1990). Employability skills juga dimaknai sebagai sekumpulan ketrampilan non-teknis yang bersifat dapat ditransfer yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja, untuk tetap bertahan dan mengembangkan karir di tempat kerja, ataupun untuk pengembangan karir di tempat kerja baru (Yorke, 2006). Dari beberapa pendapat diatas, employability skills dapat disimpulkan sebagai ketrampilan teknis dan non teknis yang dapat digunakan untuk bekerja.

MENUJU SMK SISTEM FULLDAY
SMK sistem fullday tidak lain bertujuan untuk mencapai tingkat employability skills siswa yang tinggi. Tujuan ini sangat penting karena mengfokuskan lulusan SMK yang siap bekerja, baik untuk dirinya maupun orang lain, adalah erat kaitannya dengan kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran di sekolah. Menambah atau bahkan mengaburkan dengan tujuan lain bisa jadi akan memperburuk citra SMK bahkan menurunkan kualitas lulusannya. Secara mudah bagaimana SMK sistem fullday bekerja adalah seperti yang gambar di bawah ini.

SMK Sistem Fullday
SMK Sistem Fullday

Gambar di atas menunjukkan bahwa SMK sistem fullday memiliki konsekuensi yang sangat luas. Pencapaian pengetahuan dan ketrampilan serta sikap siswa harus memiliki nilai lebih dari SMK sistem reguler. Pengetahuan yang dicapai harus sampai pada tahap mencipta, sementara ranah keterampilan SMK sistem fullday harus mencapai level kompetensi yang lebih kuat dan tajam. Demikian juga sikap siswa yang dihasilkan adalah lebih baik dari SMK lainnya. Guna menjamin ketercapaian employability skills siswa yang tinggi, SMK harus memiliki dukungan kuat dari dalam maupun luar institusi. Dari internal sekolah penguatan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) sudah harus memiliki kelebihan dan keunggulan. Dari eksternal sekolah meliputi DUDI sebagai mitra wajib, asosiasi profesi dan LSP sebagai tolok ukur ketercapaian setiap kompetensi siswa menjadi sangat penting. Ketercapaian proses kualitas pelatian dapat terlihat dari berjalannya Praktek Kerja Lapangan (PKL) minimal 6 bulan, magang minimal 8 bulan (khusus untuk SMK 4 tahun) dengan baik, berjalannya Teaching Factory atau Unit Produksi atau Bisnis Center sampai menghasilkan profit. Berdasarkan kebutuhan DUDI lulusan SMK selain dibutuhkan kualifikasi minimal tamatan, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan pengembangan karir sebagai pekerja. Kualifikasi minimal tamatan, sekolah dapat dilakukan dengan dengan penajaman kompetensi, pengelolaan Usaha Produk Kreatif, Revitalisasi Teaching Factory atau Unit Produksi atau Bisnis Center, menumbuhkan Gerakan Budi Pekerti,Gerakan Literasi Sekolah, Sinkronisasi Kurikulum DUDI dan sekolah, Uji kompetensi dan sertifikasi minimal LSP P 1, Praktek Kerja Lapangan (PKL) 6 bulan, Magang 8 bulan (SMK 4 th) dan menguasai bahasa internasional selain English. Sementara pengembangan karir siswa, sekolah dapat melakukan pramuka yang mendukung kompetensi siswa, SMK ber-KAIZEN, mengembangkan ketarunaan/ke-smapta- an, mengadakan kegiatan Achievement Motivation Training, pengembangan karir pakai model Adversity Quotient, SMK siaga bencana dan kegiatan Safety Health Environmental (SHE).

    Download Panduan Praktis SMK Fullday

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Panduan Praktis SMK Fullday ini silahkan lihat pada file preview atau download file di bawah ini:

    Panduan Praktis SMK Fullday



    Download File:
    PANDUAN FULL DAY SMK.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Panduan Praktis SMK Fullday. Semoga bisa bermanfaat.

    Sumber: Direktorat Pembinaan SMK - Kemdikbud

    Modul PKB Guru SD Revisi Tahun 2017 (Lengkap Semua Mapel) Kelompok Kompetensi A � J

    Berikut ini adalah arsip berkas Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Revisi Tahun 2017 (Lengkap Semua Mapel) Kelompok Kompetensi A � J. Download file format PDF. Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Materi dalam Modul PKB Guru SD Revisi Tahun 2017 ini Terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan Pengembangan Soal.

    Modul PKB Guru SD Revisi Tahun 2017 (Lengkap Semua Mapel) Kelompok Kompetensi A � J
    Modul PKB Guru SD Revisi Tahun 2017 (Lengkap Semua Mapel) Kelompok Kompetensi A � J

    Download Modul PKB Guru SD Revisi Tahun 2017 (Lengkap Semua Mapel) Kelompok Kompetensi A � J

    Modul PKB Guru SD  Revisi Tahun 2017 ini terdiri dari:
    • Modul PKB Guru Seni Budaya SD Lengkap Modul Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Lengkap Modul Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Lengkap Modul Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru PJOK SD Lengkap Modul Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru Seni Budaya SD Lengkap Modul Kelompok Kompetensi A � J

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Modul PKB Guru SD Revisi Tahun 2017 (Lengkap Semua Mapel) Kelompok Kompetensi A � J ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Download File:

    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal)

    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal):
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi A
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi B
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi C
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi D
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi E
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi F
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi G
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi H
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi I
    Modul PKB Guru SD Kelas Bawah (Awal) Kelompok Kompetensi J


    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi)

    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi):
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi A
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi B
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi C
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi D
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi E
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi F
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi G
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi H
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi I
    Modul PKB Guru SD Kelas Atas (Tinggi) Kelompok Kompetensi J


    Modul PKB Guru PJOK SD

    Modul PKB Guru PJOK SD:
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi A
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi B
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi C
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi D
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi E
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi F
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi G
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi H
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi I
    Modul PKB Guru PJOK SD Kelompok Kompetensi J

    Modul PKB Guru Seni Budaya SD

    Modul PKB Guru Seni Budaya SD:
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi A
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi B
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi C
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi D
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi E
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi F
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi G
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi H
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi I
    Modul PKB Guru Seni Budaya SD Kelompok Kompetensi J

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Modul PKB Guru SD Revisi Tahun 2017 (Lengkap Semua Mapel) Kelompok Kompetensi A � J. Semoga bisa bermanfaat.

    Modul PKB Guru SMP Revisi Tahun 2017 Lengkap Kelompok Kompetensi A � J

    Berikut ini adalah arsip berkas Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SMP Revisi Tahun 2017 Lengkap Kelompok Kompetensi A � J. Download file PDF. Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Materi dalam Modul PKB Guru SD Revisi Tahun 2017 ini Terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan Pengembangan Soal.

    Modul PKB Guru SMP Revisi Tahun 2017 Lengkap Kelompok Kompetensi A � J
    Modul PKB Guru SMP Revisi Tahun 2017 Lengkap Kelompok Kompetensi A � J

    Modul PKB Guru SMP Revisi Tahun 2017 Lengkap Kelompok Kompetensi A � J

    Modul PKB Guru SMP Revisi Tahun 2017 ini terdiri dari:
    • Modul PKB Guru IPA SMP Lengkap Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru IPS SMP Lengkap Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru PPKn SMP Lengkap Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Lengkap Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Lengkap Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru Matematika SMP Lengkap Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru PJOK/Penjas SMP Lengkap Kelompok Kompetensi A � J
    • Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Lengkap Kelompok Kompetensi A � J

      Download Modul PKB Guru SMP Revisi Tahun 2017 Lengkap Kelompok Kompetensi A � J

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Modul PKB Guru SMP Revisi Tahun 2017 Lengkap Kelompok Kompetensi A � J ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Download File:

      Modul PKB Guru IPA SMP

      Modul PKB Guru IPA SMP:
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi A
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi B
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi C
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi D
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi E
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi F
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi G
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi H
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi I
      Modul PKB Guru IPA SMP Kelompok Kompetensi J


      Modul PKB Guru IPS SMP

      Modul PKB Guru IPS SMP:
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi A
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi B
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi C
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi D
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi E
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi F
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi G
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi H
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi I
      Modul PKB Guru IPS SMP Kelompok Kompetensi J


      Modul PKB Guru PPKn SMP:
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi A
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi B
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi C
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi D
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi E
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi F
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi G
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi H
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi I
      Modul PKB Guru PPKn SMP Kelompok Kompetensi J

      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP

      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP:
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi A
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi B
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi C
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi D
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi E
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi F
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi G
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi H
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi I
      Modul PKB Guru Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi J

      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP

      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP:
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi A
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi B
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi C
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi D
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi E
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi F
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi G
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi H
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi I
      Modul PKB Guru Bahasa Inggris SMP Kelompok Kompetensi J

      Modul PKB Guru Matematika SMP

      Modul PKB Guru Matematika SMP:
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi A
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi B
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi C
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi D
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi E
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi F
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi G
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi H
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi I
      Modul PKB Guru Matematika SMP Kelompok Kompetensi J

      Modul PKB Guru PJOK SMP

      Modul PKB Guru PJOK SMP:
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi A
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi B
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi C
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi D
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi E
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi F
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi G
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi H
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi I
      Modul PKB Guru PJOK SMP Kelompok Kompetensi J

      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP

      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP:
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi A
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi B
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi C
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi D
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi E
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi F
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi G
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi H
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi I
      Modul PKB Guru Seni Budaya SMP Kelompok Kompetensi J

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Modul PKB Guru SMP Revisi Tahun 2017 Lengkap Kelompok Kompetensi A � J. Semoga bisa bermanfaat.

      Modul Materi PLPG Kompetensi Profesional untuk Guru Kelas SD

      Berikut ini adalah arsip berkas Modul Materi PLPG 2017 Kompetensi Profesional untuk Guru Kelas SD. Download file PDF.

      Modul Materi PLPG 2017 Kompetensi Profesional untuk Guru Kelas SD
      Modul Materi PLPG 2017 Kompetensi Profesional untuk Guru Kelas SD

      Download Modul Materi PLPG 2017 Kompetensi Profesional untuk Guru Kelas SD

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Modul Materi PLPG 2017 Kompetensi Profesional untuk Guru Kelas SD ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:


      Download File:

      Modul PLPG Matematika SD 2017.pdf
      Modul PLPG IPA SD 2017.pdf
      Modul PLPG PKn SD 2017.pdf
      Modul PLPG Bahasa Indonesia SD 2017.pdf
      Modul PLPG IPS SD 2017.pdf


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Modul Materi PLPG 2017 Kompetensi Profesional untuk Guru Kelas SD. Semoga bisa bermanfaat.

      Pedoman Peminatan pada SMP

      Berikut ini adalah berkas buku Pedoman Peminatan pada SMP (Sekolah Menengah Pertama). Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Kemdikbud RI. Download file PDF.

      Pedoman Peminatan pada SMP
      Pedoman Peminatan pada SMP

      Pedoman Peminatan pada SMP

      Berikut ini kutipan keterangan dari isi Pedoman Peminatan pada SMP:

      BAB I PENDAHULUAN
      A. Latar Belakang
      B. Landasan Hukum
      C. Pengertian Pedoman Peminatan
      D. Tujuan Pedoman Peminatan
      E. Sasaran Pedoman Peminatan

      BAB II LANDASAN KONSEPTUALMINAT DAN PEMINATAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
      A. Tugas-tugas Perkembangan Peserta Didik SMP
      B. PengertianMinat dan Peminatan
      C. Kaidah Penelusuran minat
      D. Penelusuran Minat dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

      BAB III PENYELENGGARAAN PEMINATAN
      A. Tahapan Penyelenggaraan
      B. Pelaksanaan Peminatan di Kelas VII
      C. Pelaksanaan Peminatan di Kelas VIII
      D. Pelaksanaan Peminatan di Kelas IX

      BAB IV ALAT UNGKAP PEMINATAN
      A. Nama dan Bentuk
      B. Kisi-kisi Instrumen
      C. Penyekoran dan Penafsiran
      D. Formula Rekomendasi

      BAB V PENUTUP
      DAFTAR PUSTAKA
      LAMPIRAN-LAMPIRAN

      Buku Pedoman Peminatan Pada Sekolah Menengah Pertama Buku bertujuan untuk membantu guru bimbingan dan konseling atau konselor dan tenaga pendidik lainnya di Sekolah Menengah Pertama, agar dapat menyelenggarakan peminatan sebagai bagian dari layanan bimbingan dan konseling yang terintegrasi dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Peminatan diarahkan pada upaya mempersiapkan peserta didik mengembangkan potensi dirinya menjadi kompetensi yang optimal dan bermaslahat bagi kelangsungan karier kehidupannya.

      Buku pedoman ini dikembangkan berdasarkan pemaduan pendekatan kebijakan dan ilmiah serta memperhitungkan kondisi lapangan dalam rangka memperkokoh pengawalan Kurikulum 2013. Sumber-sumber kebijakan dan tekstual terlebih dahulu dikaji, selanjutnya dirumuskan menjadi buku pedoman dan format instrumen peminatan. Riviu buku pedoman ini melibatkan para pakar dan praktisi psikologi pendidikan dan bimbingan dari lembaga pendidikan tinggi, guru bimbingan dan konseling.

      Latar Belakang
      Pembangunan bidang pendidikan di Indonesia diarahkan kepada pengembangan sumberdaya manusia yang bermutu tinggi, guna memenuhi kebutuhan dan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Melalui pendidikan, sumberdaya manusia yang bersifat potensi diaktualisasikan menjadi kompetensi yang optimal, sehinggadi kemudian hari peserta didik mampu mencapai prestasi yang bermakna dalam kehidupannya.

      Sejalan dengan peningkatan mutu sumberdaya manusia(SDM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (Direktorat PSMP), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, telah melakukan berbagai upaya, baik pengembangan mutu pembelajaran, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pembelajaran, perbaikan manajemen kelembagaan sekolah, maupun pembinaan kegiatan peserta didik.

      Peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) diupayakan secara terpadu, baik pada pencapaian bidang akademik maupun bidang non-akademik guna mengembangkan berbagai aspek kepribadianpeserta didik yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, pencapaian mutu pendidikan di sekolah diselenggarakan dalam bentuk penciptaan suasana belajar dan proses belajar yang mengaktifkan peserta didik untuk mengembangkan potensinya.Melalui upaya seperti itu, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang utuh, hingga seluruh modalitas belajar dan aspek kepribadiannya berkembang secara optimal. 

      Upaya peningkatan mutu di atas sejalan dengan makna pendidikan yang termaktub dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I, Pasal 1, menyatakanpendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

      Pengertian pendidikan mengandung implikasi proses pendidikan yang baik perlu didukung oleh penyempurnaan dan pengembangan kurikulum. DiIndonesia pengembangan kurikulum didasarkan atas kesadaran ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang secara dinamis, dan mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkannya secara tepat.

      Pada pengembangan Kurikulum 2013 terdapat tantangan internal,yaitu bahwa pada tahun 2010 sampai 2045 Indonesia perlu mempersiapkan SDM menjadi Generasi Emas, generasi produktif, generasi inovatif, dan generasi kreatif.Guna mewujudkan proses pendidikan yang baik serta mempersiapkan SDM yang unggul, maka Kurikulum 2013 sebagai penyempurnaan kurikulum sebelumnya, dititikberatkan pada proses pendidikan yang memberi kesempatan lebih kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan minatnya. Di samping itu generasi Indonesia harus memiliki minat luas dalam kehidupan, kesiapan untuk bekerja, kecerdasan yang sesuai dengan bakat dan minatnya, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungannya. 

      Peminatan merupakan program kurikuler salah satu bagian dari upaya implementasi Kurikulum 2013, yang ditujukan untuk membantumengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik. Peminatan perlu dikenalkan sejak dini, bertahap, dan berkesinambungan melalui bimbingan dan konseling agarpeserta didik dapat merencanakan masa depannya sendiri,tidak mengalami hambatan dan kesulitan dalam memilih jurusan dan kelanjutan pendidikan yang sesuai dengankemampuan dan minatnya setelah lulus SMP.

      Peminatan dalam proses pendidikan di SMP tidak serta merta muncul tanpa alasan yang jelas. Permasalahan yang timbul dimasyarakat mengenai pemilihan jenis sekolah dan jurusan atau arah peminatan merupakan gambaran keraguan peserta didik dalam menentukan pilihan jenis sekolah dan mata pelajaranatau jurusan pada sekolah lanjutan atas (jenjang pendidikan menengah) yang sesuai dengan kemampuannya.Mengingat betapa pentingnya pemilihanjenis sekolah dan jurusan pada jenjang pendidikan menengah,maka sejak dini peserta didik SMP perlu dipersiapkan dan dibantumerencanakan hari depan, melalui layanan bimbingan dan konselingyang berkoordinasi dan berkolaborasi dengan layanan pembelajaran serta manajemen/kepemimpinan di sekolah.Koordinasi dan kolaborasi antar layanan merupakan upaya sinergis untuk mencapaitujuan pendidikan nasional, sebagaimana tercantum dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, Pasal 3, yang berbunyi sebagai berikut.

      Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

      Pelayanan peminatan peserta didik di SMP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) pada komponen program peminatan dan perencanaan individual. Artinya, program pelayanan BK pada satuan pendidikan SMP yang lengkap harus memuat kegiatan pelayanan peminatan dan perencanaan individual peserta didik. Upaya ini mengacu kepada program pelaksanaan kurikulum, khususnya terkait dengan peminatan akademik, peminatan kejuruan, lintas minat dan pendalaman mata pelajaran, dan peminatan studi lanjutan. Program bimbingan dan konseling dengan pelayanan peminatan peserta didik itu sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap satuan pendidikan.

      Pelayanan peminatan peserta didik di SMP merupakan kegiatan bimbingan dan konseling sebagai orientasi program peminatan pada jenjang pendidikan sekolah menengah amat penting dan menentukan kesuksesan dalam belajar, perkembangan, dan masa depan masing-masing peserta didik. Pelaksanaannya memerlukan pedoman tersendiri demi kelancaran dan ketepatannya. Hal ini terkait secara langsung dengan konstruk dan isi Kurikulum Tahun 2013 yang diarahkan untuk mengembangkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan karakter, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi.

      Dengan demikian, penyelenggaraan peminatan di SMP pada dasarnya ditujukan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik melalui kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada pengembangan aspek-aspek kepribadian peserta didik secara terpadu, dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional sehingga dapat menentukan pilihan program peminatan pada jenjang pendidikan menengah.

      Landasan Hukum
      1. UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
      2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan;
      3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;
      4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan;
      5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 pada Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;
      6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;
      7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2014 Tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah;
      8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

      Pengertian Pedoman Peminatan
      Pedoman Peminatan Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama adalah produk kebijakan pendidikan yang ditujukan untuk memfasilitasi pelaksanaan penelusuran arah peminatan peserta didikSekolah Menengah Pertama, dalam kerangka implementasi Kurikulum 2013 yang terintegrasi dalam program Bimbingan dan Konseling sebagai bagian dari program pendidikan di Sekolah Menengah Pertama.

      Tujuan Pedoman Peminatan
      Buku pedoman peminatan bertujuan membantu guru bimbingan dan konseling dan tenaga pendidik di SMPagar dapat menyelenggarakan peminatan sebagai bagian dari layanan bimbingan dan konseling, yang diarahkan pada upaya mempersiapkan peserta didik mengembangkan potensi dirinya menjadi kompetensi yang optimal dan bermaslahat bagikelangsungan karier kehidupannya.

      Sasaran Pedoman Peminatan
      Sasaran pedoman peminatan meliputi guru-guru dan tenaga kependidikan SMP,yang meliputi: (1) guru bimbingan dan konseling; (2) guru mata pelajaran, terutama yang diberi tugas tambahan sebagai wali kelas;(3) wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, yang mengintegrasikan kegiatan peminatan ke dalam program pendidikan di SMP.

      Dalam peminatan, guru bimbingan dan konseling atau konselor bertindak sebagai koordinator, bekerjasama dengan guru mata pelajaran untuk menelusuri arah peminatan peserta didik, menempatkan dan menyalurkan minat peserta didik ke dalam berbagai pengalaman belajar yang sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimilikinya.

        Download Aplikasi Administrasi Guru Mata Pelajaran Terbaru Format Microsoft Excel

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Peminatan pada SMP ini silahkan lihatatau unduh pada link di bawah ini:

        Pedoman Peminatan pada SMP



        Download File:
        Buku Pedoman Peminatan SMP - Panduan Penelusuran Bakat dan Minat SMP.pdf

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Peminatan pada SMP. Semoga bisa bermanfaat.

        Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi)

        Berikut ini adalah berkas buku Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi). Download file format PDF.

        Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi)
        Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi)

        Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi)

        Berikut ini kutipan teks dari isi berkas buku Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi):

        Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dunia pendidikan khususnya SMK sangat terbantu karena akan terciptanya sinergi antar instansi dan lembaga terkait sesuai dengan tugas dan fungsi masingmasing dalam usaha mengangkat kualitas SMK.

        Kehadiran Buku �Strategi Implementasi Revitalisasi SMK� diharapkan dapat memudahkan penyebaran informasi bagaimana tentang Revitalisasi SMK yang baik dan benar kepada seluruh stakeholder sehingga bisa menghasilkan lulusan yang terampil, kreatif, inovatif, tangguh, dan sigap menghadapi tuntutan dunia global yang semakin pesat.

        Buku Revitalisasi SMK ini juga diharapkan dapat memberikan pelajaran yang berharga bagi para penyelenggara pendidikan Kejuruan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan untuk mengembangkan pendidikan kejuruan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang sesuai tuntuan dunia usaha dan industri. Tidak dapat dipungkuri bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam menghasilkan manusia Indonesia yang terampil dan berkeahlian dalam bidang-bidang yang sesuai dengan kebutuhan.

        Buku ini diharapkan dapat menjadi media informasi terkait upaya peningkatan kualitas lulusan dan mutu Sumber Daya Manusia(SDM) di SMK yang harus dilakukan secara sistematis dan terukur.

        Download Buku Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi)

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi) ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi)



        Download File:
        Buku 10 Langkah Revitalisasi SMK Revisi - Edit - reduced.pdf

        Sumber: http://psmk.kemdikbud.go.id

        Dalam buku ini dibahas antara lain:

        • Latar Belakang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
        • Isi Inpres No.9 tentang Revitalisasi SMK
        • Tujuan Revitalisasi SMK
        • Langkah Revitalisasi SMK
        • Langkah 1 Revitalisasi Sumber Daya Manusia (SDM)
        • Kondisi SDM Pendidikan Saat Ini
        • Langkah-Langkah Revitalisasi Sumber Daya Manusia
        • Langkah 2 Membangun SAS Berbasis SIM
        • SAS Berbasis SIM Sekolah Menengah Kejuruan
        • Manfaat SAS Berbasis SIM
        • Implementasi SAS berbasis SIM
        • Langkah 3Link And Match Dengan Industri
        • Kerjasama Dengan Dunia Usaha / Industri
        • Pembentukan Kelas Industri
        • Pelaksanaan Guru Magang (OJT)
        • Prakerin
        • Peran SMK Sebagai Penghubung Antara Industri Dengan SMK Aliansi
        • Langkah 4 Kurikulum Berbasis Industri
        • Perkembangan Kurikulum
        • Prinsip Kurikulum SMK
        • Strategi Pembelajaran Kurikulum SMK
        • Menyusun Program Penyelarasan Kurikulum SMK dengan Dunia Usaha / Industri 
        • Pembelajaan Sistem Blok
        • English Area dan English Day
        • Langkah 5 Teaching Factory
        • Teaching Factory
        • Langkah 6 Penggunaan Media Video Tutorial dan Portofolio Berbasis Video e-Report Skill
        • Langkah 7 Uji Sertifikasi Profesi
        • Lembaga Sertifikasi Profesi
        • Langkah 8 Pemenuhan Sarana dan Prasarana 
        • Langkah 9 Mengembangkan Kearifan Lokal
        • Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan
        • Tujuan pengembangan kearifan lokal untuk peserta didik
        • Fungsi Pengembangan Kearifan lokal
        • Sumber � sumber Terciptanya Kearifan Lokal
        • Langkah � langkah Pengembangan Kearifan Lokal
        • Bentuk Terapan Pengembangan Kearifan Lokal
        • Langkah 10 Peran SMK Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
        • Peran SMK Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
        • Kolaborasi Ekonomi Sistem SMK dengan UMKM
        • Kolaborasi Ekonomi Sistem SMK dengan Retail/ BUMDES
        • Kolaborasi Ekonomi Sistem SMK dengan Kelompok Tani
        • Kolaborasi Ekonomi Sistem SMK dengan Industri Besar
        • Praktik Kewirausahaan Peserta didik Melalui Terjun Mengelola Bisnis


        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi). Semoga bisa bermanfaat.

        Buku Siswa SMP Kelas VIII (8) Kurikulum 2013

        Berikut ini adalah berkas Buku Siswa SMP Kelas VIII (8) Kurikulum 2013. Buku sekolah elektronik atau buku sekolah digital ini merupakan buku untuk digunakan sebagai salah satu sumber media pembelajaran bagi siswa pada SMP Kurikulum 2013.

        Buku Siswa SMP Kelas VIII (8) Kurikulum 2013
        Buku Siswa SMP Kelas VIII (8) Kurikulum 2013

        Buku Siswa SMP Kelas VIII (8) Kurikulum 2013

        Berikut ini kutipan keterangan dari kata pengantar pada Buku Siswa SMP Kelas VIII (8) Kurikulum 2013:

        Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

        Implementasi terbatas pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapat tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

          Download Buku Siswa SMP Kelas VIII (8) Kurikulum 2013

          Selengkapnya mengenai Buku Siswa SMP Kelas VIII (8) Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh file melalui link di bawah ini:

          Download File:

          Lihat:
          Buku Guru SMP Kurikulum 2013 Kelas VIII (8) Mata Pelajaran Lengkap

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Siswa SMP Kelas VIII (8) Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.